"Adapun orang-orang yang beriman Amat sangat cintanya kepada Allah.” (QS. Al Baqarah [2]: 165)
Adapun cinta yang tidak mengandung unsur ketundukan dan perendahan diri, tak berdosa jika ia ada dalam hati kita. Cinta keluarga, anak-anak, orang tua, sahabat, bahkan cinta kepada lawan jenis, harta dan dunia adalah tabiat dan fitrah manusia. Semua itu adalah cinta yang halal. Namun dengan catatan, semua cinta itu tidak boleh sampai melampaui cinta kita kepada Allah. Cinta itu tidak boleh sampai membuat kita meninggalkan kewajiban kita. Cinta itu tidak boleh sampai membuat kita bermaksiat kepada-Nya. Jika sampai demikian, maka renungkanlah ancaman Allah berikut,
قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
“Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA.” dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At Taubah [9]: 26)
Tiada ulasan:
Catat Ulasan